Feeds:
Pos
Komentar

Busri Terkini

busri2

Puing-puing Busri. Kebakaran hebat melanda deretan kios di belakang Sriwedari, beberapa hari sebelum lebaran kemarin. Kejadian itu mampu mengejutkan kami, yang saat itu tengah menjalankan sholat tarawih.

Betapa tidak, di deretan kios itu kita meninggalkan sejarah. Berkumpul tiap pagi, berbincang tiap hari tanpa ada rasa bosan. Santapan yang terhidang, sayur lodeh dan rempela ati, menjadi teman yang cukup bergizi.

Kini, semua telah terpencar. Masing-masing sibuk dengan aktifitasnya, terkadang lupa menyambangi sisa pohon talok yang telah tumbang oleh puting beliung. Beberapa dari kita bahkan sudah hijrah hingga ibu kota.

Tidak salah, empat jempol perlu kita acungkan pada salah seorang kawan, yang terus konsisten menunggui Busri. Ki Gede Japrak, dengan setia masih terus melanjutkan kehidupannya di deretan kios yang masih tersisa.

Himpitan ekonomi telah membuka lebar matanya, melihat sebuah peluang usaha. Jasa pengetikan menjadi pilihannya. Meskipun, hingga saat ini dia sebenarnya cuma bisa tulis tangan saja.

Usaha ini jangan pandang sebelah mata. Hasilnya, Ki Gede Japrak sudah mampu mengkredit mobil truk yang digunakan untuk mengangkut pasir Muntilan. Dia juga sudah berhasil membuka jasa pemotretan. Sukses Prak…!!! Doa Pak Punk menyertaimu…

busri1

Salam sang pencerah

Lebih dari setengah tahun, saya tinggal di kota aneh ini. Kota metropolitan yang kaya dengan permasalahan. Kota sejuta daya pikat dengan persoalan yang tak kalah pekat.

Menyambung rasa silaturahmi, sebelumnya saya ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri buat sahabat, kawan dan kerabat. Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir bathin.

Salam hormat ini terlempar untuk penguasa warung talok. Sekar yang kian lebar, Omheyu yang mulai takut ama polwan, Ceptitank yang lagi gumbira menjadi ibu, Harsi penjelajah Wonogiri, Ompiq yang kian konsisten dengan muka itemnya.

Selanjutnya, Emak Eki yang mo nyaingi Ananda Mikola, Yanti yang tetap kurus tiada henti, Ronggeng menantu kebanggan mertuanya, Pepi dukun Waduk Cengklik, Lia bojone Yuda, Yuda bapak’e Iva, Japar mantannya pak punk, dan semua elemen yang masih sering udad-udud, tongkrong, mokah, ngutang sampe etok-etok lali mbayar di warung Pak Edi.

Asing terdengar istilah markas komando (mako) mampir ke telinga saya. Dulu, istilah itu sering terlempar dari mulut Ompiq dan Omheyu, terutama kalo pas mereka berdua janjian mokah.

Pernah sesekali, saya menanyakan kabar mako melalui Ompiq. Jawabannya sahabat, kerabat dan kawan semua jarang nongkrong di mako lagi.

Karena kesibukan teman-temanlah, mako tak lagi jadi arena mengatur strategi berita. Strategi (sing liputan siji, liane do ngenteni).

Meski demikian, tetaplah kompak sobat. Canda dan tawa, ketulusan, keakraban, serta kelapangan dada rekan-rekan saat dicelalah yang membuat mako selalu rame. Merdeka.

Sekali lagi Selamat Hari Raya Idulfitri

Salam persahabatan.
Ehmmmm….Afghan.

Kembali ke Selera Asal

Sahabat….

Rasanya sudah lama kita tidak pernah bersua di blog aneh ini. Masih ada segelintir senyum, secuil tawa bahkan sebongkah memori, ketika satu per satu membedah tulisan panjang, pendek maupun sekedar gambar corek yang menghiasi ruang ini.

Seperti yang pernah terukir dalam posting yang pertama dulu, blog ini hadir bukan sebagai penanding jejaring sosial facebook yang kian menggila.

Blog ini hanya hadir sebagai ruang bertutur sapa secara hormat maupun tidak hormat, karena memang meninggalkan komentar di blog ini hukumnya sunah, komentar tidak bermutu hukumnya wajib.

Mungkin setelah sekian lama kita tak berkunjung ke blog ini, ada saatnya kita sesekali bercengkerama kembali di ruang ini.

Meski kita sering bersua di lapangan, tetapi tidak ada salahnya kita membangun kembali semangat yang dulu heroik kita miliki, “liputan karep’e, ora karep’e”

Sesekali keinginan diantara rekan saat bertemu memang demikian adanya. Media ini kembali muncul, sebagai ajang pencitraan diri, membela diri bahkan mempermalukan diri sendiri.

Jangan kuatir, siapapun yang masuk dan sekedar membaca isi dalam blog ini, masih kami anggap normal. Kalau sudah meninggalkan komentar, baru kami nilai nilai sakit jiwa.

Mariiiii…………..

Reka ulang (rekonstruksi) kasus penyelewengan fasilitas istri dinas di busrinews dipastikan ditunda hingga waktu yang belum bisa ditetapkan. Menurut tim satuan huru hara, kegiatan rekonstruksi akan segera diganti dengan reparasi.

“Banyak kerusakan yang ditemukan di eks fasilitas dinas tersebut,” kata salah satu anggota tim satuan huru hara heru hore yang tidak bersedia disebut namanya, dalam jumpa pers-nya di sekitar lokasi rekonstruksi. Kerusakan tersebut kemungkinan karena penggunaan yang melebihi aturan pakai, oleh mantan petinggi busrinews yang saat ini menggelapkan fasilitas dinas tersebut

Selain itu, Tim huru hara heru hore sebenarnya juga tidak sepakat dengan pemilihan lokasi rekonstruksi. Sebab menurutnya, lokasi rekonstruksi tersebut menyimpang jauh dengan lokasi tempat kejadian perkara.

“Te ka pe kan di kemuning karanganyar,” cecarnya di hadapan wartawan televisi. Namun –entah mengapa— pelaku memilih tempat rekonstruksi dilakukan di wilayah Yogyakarta. Apalagi, beberapa barang bukti seperti kartu ATM dan kartu memori hingga saat ini juga belum diketahui keberadaannya.

Terakhir, dirinya berharap fasilitas istri dinas baru agar segera di sediakan. Sebab, hal tersebut sangat dibutuhkan oleh dewan direksi baru Busrinews coorp yang hingga saat ini belum dibentuk. Apalagi, saat ini sudah mulai memasuki musim hujan.

Semula, terdapat tiga orang kandidat istri dinas yang dijagokan. Namun sayang, satu kandidat dinyatakan gugur karena ketahuan memiliki jabatan yang sama di tempat lain. “Dia menjadi istri dinas di media senter,” kata sumber dari tim huru hara heru hore itu.

foto: jumpa pers di lokasi rekonstruksi.

(foto:stanlie andika/jibi)

Istri Dinas Idol

Masyarakat di bilangan Sriwedari Solo mengeluhkan tidak aktifnya situs www.busrinews.co.cc selama beberapa bulan. Sejauh ini, belum ada informasi resmi dari pengelola situs tersebut mengenai alasan terparkirnya situs tersebut.

Namun menurut informasi yang terhimpun, aktifitas situs tersebut terhenti karena adanya perseteruan antar petinggi busrinews. Pengelola yang lama lari dari tugas dan tanggung jawab sembari memplathitamkan istri dinas yang menjadi fasilitasnya selama menjabat.

a1

Beberapa petinggi yang telah lama mengincar jabatan pengelola merasa tidak terima dan memilih pasif dalam pengelolaan situs tersebut. Hal itu dilakukan karena kekecewaan mereka memuncak dan tidak terbendung lagi.

Namun karena desakan masyarakat, para petinggi yang tersisa akhirnya bersedia untuk mengelola situs itu. Hanya saja, mereka meminta fasilitas yang sama dengan pengelola terdahulu, yaitu istri dinas. Saat ini, busrinews tengah melakukan audisi istri dinas yang diikuti oleh beberapa peserta.

a3

1.Kandidat asal Wanadadi Banjarnegara ini dikenal cerewet dan centil. Penghobi karaoke tersebut sering terlihat malang melintang di jalur Karanganyar-Tawangmangu.

Mantan anggota Marching Band ini mengaku memiliki satu orang pacar. Meski begitu, dirinya bertekad untuk memenangkan lelang posisi istri dinas busrinews yang sangat bergengsi.

 

a22.Hidup untuk bernyanyi. Itulah motto hidup gadis asal Sukoharjo ini. Jangan heran, dia selalu mendendangkan lagu setiap beraktifitas. Statusnya di jejaring social facebook juga sering dihiasi dengan syair lagu.

Menjadi istri dinas di busrinews merupakan cita-citanya. Sebab, ada harapan untuk diplathitamkan oleh petinggi busrinews yang nantinya berkuasa.

 

a43. Petinggi busrinews tidak harus laki-laki. Karena itu, putra magelang ini kita persiapkan untuk menjadi suami dinas.

Namun jangan salah, dirinya juga tetap siap untuk menjadi pendamping dinas bagi siapapun. Tak peduli apa jenis sang petinggi.

Saat melihat warungnya pak edi amburadul gara2 direnovasi aku seneng tapi sedih…
Senengnya karena pak edi makin banyak rejeki untuk memperbaiki usahanya…sedihnya kalau aku ngetem di sana pasti masih sepi… cah2 jik do turu…agh,
Ngomong2… kiye bocah2 pada maring ngendi ya? suwe ora ketemu. ompic ditunggu ceritanya yak? malam pertama apa hanya rekonstruksi saya tidak tahu,.. tapi ada rekan2 yang penasaran di sini…:) ok, ditunggu….

Ahmad Rafik atau yang biasa disapa dengan nama Ompiq ato item, dalam waktu kurang dari 2×24 jam akan segera mengakhiri masa lajang dengan perempuan pujaan hatinya…(asline lajang’e wes sui diakhiri karo dek’e..)
ompiq

Ompiq & Vitri, begitulah coretan huruf yang terpampang dibagian belakang undangan yang didominasi warna hitam…sama seperti kulitnya yang jauh dari sapaan putih.

Mungkin banyak orang yang patah hati dengan keputusan Ompiq ini, seperti Sigit Jakarta dan Japar, bagaimana tidak…mereka selama ini sudah menunggu ketegasan dari Ompiq…halah.

Dan pada Minggu 17 Mei 2009 pukul 10.00 waktu Indonesia bagian Carikan disebuah sudut kampung berjudul Carikan Sukoharjo itulah, Ompiq akan mengucapkan ikrar seumur hidup…membina mahligai rumah tangga dan menjadi bapak (yang semoga) baik untuk anak-anaknya.

Sebagai kawan seperjuangan, kami menghaturkan selamat menempuh hidup baru kepada kedua mempelai. Semoga pernikahan ini langgeng selamanya.

Semoga mertua Ompiq menyadari anak menantunya adalah sosok idola, kreatif dan jarang mandi. Selain itu, Ompiq adalah sosok yang ceria, usil dan ngisin-ngisini.

HIDUP OMPIQ